»
S
I
D
E
B
A
R
«
Seragam Necis dan Komputer Tak Luput Dari Salah
Apr 29th, 2009 by Elok Halimah
Ibu-ibu berseragam cantik di sebuah stand Biofach Nuremberg 2008

Ibu-ibu berseragam cantik di sebuah stand Biofach Nuremberg 2008

Beberapa orang cenderung percaya begitu saja pada petugas yang berseragam necis. Petugas di bank, kantor kota, bandara, kantor pos, atau hotel dan restoran. Saya? Tidak termasuk dalam golongan yang mudah percaya! Saya selalu berprinsip, boleh saja mereka berseragam keren dan nampak profesional sekali, tapi mereka kan juga manusia biasa, bisa berbuat salah.

Kalau saya membuat reservasi di restoran atau perusahaan taksi melalui telpon, saya selalu minta nama petugas yang melayani. Kalau orang asing saya bertanya bagaimana mengeja namanya, kalau orang Jepang saya tanya namanya ditulis dengan huruf Kanji yang bagaimana. Saya catat nama petugas itu dan tanggal serta jam dibuatnya reservasi.

Ini untuk bersiap-siap jika kita sudah nongol di restoran dan ternyata nama kita belum tercatat di daftar reservasi mereka (ini pernah terjadi dua atau tiga kali). Saya bisa tunjukkan catatan saya. Jika waktu telepon memakai HP, saya tunjukkan juga record di HP saya, bahwa pada tanggal sekian jam sekian saya memang sudah telpon untuk membuat reservasi. Mereka pasti akan segera “menyelesaikan” salah paham ini.

Kalau pergi ke restorannya untuk urusan pribadi sih tidak masalah. Yang repot adalah jika ini untuk acara bisnis atau sekedar kumpul-kumpul dengan kawan. Repot juga kalau harus mencari restoran pengganti, padahal jumlah kawan yang ikut acara kumpul-kumpul mencapai 20 orang, misalnya. Di akhir pekan pula!

Read the rest of this entry »

Kenapa Ayah Ibu Saling Menikahi Orang Yang Salah?
Apr 27th, 2009 by Elok Halimah
"Adik-adik yang baik, makannya dihabiskan ya, supaya cepat besar."

"Adik-adik yang baik, makannya dihabiskan ya, supaya cepat besar."

Saya sering terperangah oleh tingkah laku anak-anak kecil di sekitar, baik yang saya temui di sekolah, para tetangga, maupun anaknya kawan-kawan. Otak mereka sepertinya penuh dengan sel yang terus menerus bekerja, mungkin jauh lebih aktif dari otak orang dewasa macam saya, yang kalau mendapat tugas berpikir sedikit saja langsung mengeluh panjang lebar.

Dengarlah kisah anak lelaki berusia 3 tahun ini. Anak Jepang tulen ini sekarang sedang mukim di Bangkok bersama keluarganya karena ayahnya bertugas di sana. Di rumah keluarganya bicara dalam bahasa Jepang saja, di sekolah 50-50, Jepang dan Inggris. Minim sekali pelajaran resmi bahasa Thailand yang dia terima. Namun suatu hari, dia turun sendiri dari lantai 11 apartemennya, berjalan menuju pos satpam dan meminta pak satpam memanggilkan taksi untuknya. Tentu saja dalam Bahasa Thailand. Begini katanya, “Mamaku pergi ke Villa Market, jadi aku mau ke sana juga. Tolong panggilkan taksi sekarang ya.”

Pak satpam bingung. Dia merasa tak melihat mama si anak itu keluar meninggalkan komplek (karena biasanya si mama selalu minta dipanggilkan taksi jika hendak bepergian). Dengan sabar digandengnya tangan si kecil, diantarnya kembali ke rumah, ke lantai 11. Seperti yang telah dia duga, mama si anak ada di rumah, sedang sibuk mengerjakan sesuatu.

Read the rest of this entry »

Wanita Menguasai Langit? Scarlett dan Penelope Rebutan Lelaki!
Apr 25th, 2009 by Elok Halimah
Seorang laki-laki berusaha mengintip bayangan "a woman in the sky"

Seorang laki-laki berusaha mengintip bayangan "a woman in the sky"

Women Rule The Sky!

Ini bukan judul buku, tapi nama program in-flight entertainment khusus milik maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa Airlines beberapa waktu lalu ketika saya menggunakan jasa mereka di bulan Februari. Selama program ini berlangsung, para penumpang bisa menikmati film bertema perempuan. Bukan perempuan sembarangan, namun perempuan perkasa. Lha wong temanya saja “Perempuan Menguasai Langit”.

Salah dua dari film yang diputar adalah “The Women” yang menampilkan artis-artis kawakan; Meg Ryan, Annete Bening, Eva Mendes, Debra Messing, dan Jada Pinkett Smith. Kemudian ada juga film “Vicky Christina Barcelona” yang dibintangi oleh Penelope Cruz, Scarlett Johansson, Javier Bardem, dan disutradai oleh Woody Allen.

Read the rest of this entry »

Wakil Rakyat (?) Tanpa Kampanye dan Pemilu
Apr 23rd, 2009 by Elok Halimah
Daerah Futako-Tamagawa dengan sungai yang memisahkan Setagaya-ku (Tokyo) dengan Kota Kawasaki. Photo diambil dari peron Stasiun Futako-Tamagawa

Daerah Futako-Tamagawa dengan sungai yang memisahkan Setagaya-ku (Tokyo) dengan Kota Kawasaki. Photo diambil dari peron Stasiun Futako-Tamagawa

Beberapa waktu lalu ketika sedang bicara dengan ibu di telepon, saya mendapat nasehat klise namun bernilai moral tinggi. “Apapun skalanya, gajinya, dan tugasnya, mendapat kepercayaan berarti harus bisa mempertanggungjawabkan. Wakil rakyat bukan hanya yang duduk di kursi empuk di ibukota.”

Nasehat ini dalam rangka untuk mengingatkan saya bahwa tugas yang sudah dipercayakan, sekecil apapun itu haruslah saya jalankan dengan sungguh-sungguh dan niat ikhlas menjalankannya.

Dua kali dalam sebulan saya mengikuti rapat di Kantor Kota. Pertama rapat antara empat orang pemimpin Dewan dengan perwakilan pemerintah Kota, kedua rapat dengan para anggota Dewan lainnya. Selain itu, saya juga harus melaksanakan “tugas sampingan”, menghadiri acara-acara masyarakat sebagai wakil dari Dewan Perwakilan Penduduk Asing, menyambut kunjungan dari kota atau propinsi lain, pergi ke sekolah bahasa atau komunitas orang asing lainnya untuk mempromosikan Sidang Terbuka Tahunan, dsb-nya.

Read the rest of this entry »

Yang Terhormat Bapak dan Ibu Wartawan, Saya Demam Panggung
Apr 15th, 2009 by Elok Halimah
Rasanya ingin nyemplung dan berendam di bak mandi seperti ini, untuk mengusir rasa tegang dan demam panggung

Rasanya ingin nyemplung dan berendam di bak mandi seperti ini, untuk mengusir rasa tegang dan demam panggung

Saya sedang mati kutu, demam panggung, nervous, atau gejala-gejala yang mirip-mirip lainnya. Tidak sampai keringat dingin bercucuran sih, hanya tiap kali melihat tumpukan data, kepala rasanya langsung mau saya tolehkan ke arah lain. Membuang muka, menghindari tumpukan data bisu itu.

Persoalannya sepele, Kawan! Hari Jumat besok saya harus mengikuti Press Conference di Balai Kota, setelah melaporkan hasil sidang selama setahun kepada Pak Walikota. Janganlah Anda membayangkan press conference-nya para petinggi negara atau celebritis yang dihadiri ratusan wartawan, dengan kilatan lampu kamera tak berkedip setiap menit.

Jangan! Jangan coba-coba membandingkan dengan jumpa pres yang seperti itu. Press conference ini pasti hanya akan dihadiri wartawan dari media lokal. Koran atau buletin setempat, stasiun TV dan radio lokal. Itu saja. Menurut kabar dari seorang staff, tahun lalu sekitar 10 orang wartawan hadir di acara ini.

Read the rest of this entry »

Semoga Sedikit Saja Orang Seperti Saya
Apr 14th, 2009 by Elok Halimah
Salah satu bukti nyata dari alasan no 2. Sekali mengurus rumput dan ilalang, tiga tas plastik besar langsung penuh!

Salah satu bukti nyata dari alasan no 2. Sekali mengurus rumput dan ilalang, tiga tas plastik besar langsung penuh!

Apa jadinya kalau semua orang seperti saya? Ah….berdiri bulu kuduk membayangkannya.

1. Perusahaan penerbitan majalah akan megap-megap menghadapi angka penjualan yang terus menurun.

Saya orang yang fanatik, hanya setia membeli majalah tertentu. Namun, jika saya tak tertarik (dan hanya butuh membaca artikel tertentu), saya hanya akan berdiri berjam-jam di toko buku untuk mencuri artikel mereka, alias membaca dengan gratis. Tahapnya? Tak tahu malu, nekat, dan kurang ajar. Meski petugas wira-wiri di depan hidung, saya cuek bebek saja. Bahkan kadang saya keluarkan kertas & pulpen, mencatat beberapa tips dan alamat tertentu.

2. Para tetangga akan gerah menghadapi belalang, lebah, semut, dan makhluk kecil lain berpesta pora dekat rumahnya.

Read the rest of this entry »

Menjaga Hati dan Perasaan Kawan Di Facebook
Apr 12th, 2009 by Elok Halimah
Priiit! Stop! Dilarang berlaku "seenak pusarnya sendiri"!

Priiit! Stop! Dilarang berlaku "seenak pusarnya sendiri"!

Bulan lalu tanpa ragu-ragu saya menghapus seseorang dari Facebook saya. Dia tidak merugikan saya secara langsung, tetapi tindakannya membuat kening berkerut-kerut dan kepala menggeleng-geleng seharian. Tak mengerti.

Beberapa kali dia memajang photo perempuan cantik nan seksi. Saya sendiri suka memandang wajah mbak itu, karena memang jelita sekali. Dari komentar si dia, nampaknya dia dan mbak itu memang berkawan, minimal sudah saling kenal dan bertemu. Namun, dia selalu sengaja mengambil photo yang seksi dari album photo si mbak dan mem-postingnya di wallnya sendiri. Otomatis kawan-kawannya, yang bukan kawan si mbak, jadi bisa melihat photo itu juga. Belum lagi ditambahi komentar-komentar tak terlalu etis menurut saya.

Karena terjadi beberapa kali, saya langsung menghapus nama laki-laki “sak enake udhele dhewe” (ungkapan Jawa untuk mereka yang bertindak seenaknya sendiri, tak bertanggung jawab, “seenak pusarnya sendiri”)itu.

Read the rest of this entry »

Delapan Alasan Kenapa Hari Ini Saya Mencontreng
Apr 9th, 2009 by Elok Halimah
Mencermati baik-baik peraturan mencontreng, untuk memastikan suara saya sah

Mencermati baik-baik peraturan mencontreng, untuk memastikan suara saya sah

1. Alasan klise: percaya bahwa suara saya ikut menyumbang demokrasi di Indonesia. Tidak percaya 100 persen, tapi adakah di dunia ini yang bisa dipercaya 100 persen selain urusan religi? Pendek kata, saya percaya diri dan berpikir positif saja, bahwa suara saya penting untuk negara!

2. Alasan historis: bersyukur mempunyai hak pilih. Saya ngeri membayangkan jika terlahir di abad dan lokasi yang berbeda, tak bisa memilih karena jenis kelamin dan warna kulit.

3. Alasan psikologis: ingin selalu patuh dan melakukan petuah orang tua. Meminjam kata-kata Andrea Hirata, ingin “menempatkan kata ayah bunda di atas nampan pualam, membungkusnya dengan tilam” (dikutip dari novel Maryamah Karpov, Mozaik 1)

4. Alasan keyakinan religi: merasa mubadzir jika apa yang sudah jadi hak, saya buang sia-sia saja.

Read the rest of this entry »

Kabayan? Filipina? = Perempuan Filipina Lebih Riang Gembira?
Apr 8th, 2009 by Elok Halimah
Seorang perempuan Indonesia sedang sibuk menikmati paket nasi Kentucky!

Seorang perempuan Indonesia sedang sibuk menikmati paket nasi Kentucky!

Sebelum mulai memaparkan pengalaman pribadi saya, inilah kesimpulannya: perempuan Filipina lebih heboh dan riang gembira ketika bertemu perempuan sesama bangsa di tanah rantau, dibandingkan dengan perempuan Indonesia.

Jangan keburu protes. Ini kan hanya kesimpulan pribadi saya, berdasarkan pengamalan pribadi, dan ditulis juga untuk blog pribadi. Jika Anda mempunyai pengalaman yang berbeda, silakan beramai-ramai menulis komentar untuk tulisan ini. Sekaligus supaya ceritanya seimbang.

Pengalaman Babak Pertama.

Terjadi sudah lebih dari 3 tahun yang lalu. Saya sedang berdiri di dekat sebuah stasiun di Kota Taipei, Taiwan. Kawan seperjalanan yang berjumlah empat orang sedang sibuk mengambil photo. Saya lihat ada lumayan banyak orang Indonesia di beberapa tempat, mungkin karena akhir pekan. Saya bisa mendengar orang simpang siur bicara dalam bahasa Indonesia, bahkan Jawa dengan logat kental. Beberapa melihat ke arah saya dengan tatapan mata bertanya, orang Indonesiakah? Tapi tak ada yang benar-benar bertanya. Mereka hanya tersenyum dan mengangguk sopan. Saya pun balas tersenyum dan mengangguk.

Read the rest of this entry »

Pertemuan Demokrasi Sekali Semusim
Apr 5th, 2009 by Elok Halimah
p7050052

Asas demokrasi kami??? Live-love-eat!

Tadi malam meski kondisi badan tidak terlalu fit, saya pergi untuk kumpul-kumpul sejenak dengan dua orang sahabat, mantan teman sejurusan dan serumah.

Setelah lulus kami menempuh jalan masing-masing. A, sahabat pertama yang orang Taiwan melanjutkan studi ke jenjang S-3 dan masih tekun meneliti Sastra Jepang, bepergian ke sana kemari untuk presentasi atau sekedar mengumpulkan bahan. B, sahabat kedua yang orang Jepang meniti karir sebagai penulis dan ilustrator. Dari jaman sekolah dulu bakat menggambarnya memang sudah menonjol.

Hampir setiap musim kami usahakan untuk kumpul-kumpul sejenak, kadang ditambah dengan C, kawan sejurusan yang orang Perancis. Namun beberapa waktu terakhir C sibuk membagi waktu antara menyelesaikan disertasi untuk diajukan ke sebuah universitas di Perancis, mengajar Sastra Perancis di Jepang, dan kegiatan teater yang sejak dulu aktif ia ikuti.

Read the rest of this entry »

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa