Menu wajib kumpul keluarga: bakso pangsit, sate, cap cay!
Setiap keluarga pasti mempunyai dua kategori tema percakapan. Pertama, tema yang sesuai dengan perkembangan jaman. Yang up to date. Tetangga kanan yang baru saja melahirkan anak, tetangga kiri yang baru saja lulus SMA, sepupu cewek yang naksir ketua kelas, sepupu cowok yang baru dapat SIM A. Menurut kategori ini, setiap kali keluarga berkumpul, isi pembicaraan pun berubah-ubah, berkisar pada isu-isu terbaru.
Kategori kedua adalah tema percakapan abadi. Tak lekang oleh waktu, tak luntur oleh jaman, tema yang sama selalu dibahas dalam setiap perkumpulan keluarga. Entah menyenangkan atau menyakitkan, isu yang satu ini selalu “tersentuh” dalam obrolan.
Dalam keluarga saya, tema abadi ini biasanya menyangkut kisah-kisah ketololan masa lalu. Setiap kali kisah itu dibahas, semua anggota keluarga akan tertawa terbahak, tak jarang hingga keluar air mata dan perut terasa sakit karena terguncang selama tertawa. Tak peduli berapa kali kami membicarakan kisah yang sama, setiap kali tetap terasa lucu menyegarkan.
Read the rest of this entry »
Dua contoh voucher
Beberapa kali saya menerima voucher kupon belanja buku gratis dari koran dan majalah. Lumayan, untuk saya yang gemar membaca, ini merupakan anugerah tak terkira. Nilainya pun rupa-rupa, mulai dari 1000 yen sampai 5000 yen.
Menang sayembara? Juara mengisi TTS? Menang lomba menulis cerpen?
Bukan! Semuanya salah ! Saya hanya mengirimkan pendapat saja. Ada yang pendapat panjang untuk mengomentari sebuah perkara, ada yang berupa cerita pengalaman menarik, ada juga yang pendapat pendek beberapa alinea saja untuk menanggapi sebuah artikel. Panjang pendeknya pun beraneka. Tapi, pada intinya isinya sama. Mengemukakan pendapat saya sebagai salah satu pembaca. Tentu saja dari sudut yang berbeda. Kadang dari sudut orang asing yang tinggal di Jepang, kadang dari sudut wanita yang mengamati perilaku konsumen, ada kalanya dari perspektif sastra.
Butuh Detektif Sawsta? Gampang!!!!!
Anda butuh menyewa detektif swasta? Tingkah laku pasangan akhir-akhir ini mencurigakan, selingkuh? Ingin menyelediki latar belakang cowok yang selama empat bulan terakhir berkencan dengan Anda? Ingin menemukan jejak seseorang yang tiba-tiba “lenyap” atau “melenyapkan diri”? Butuh bantuan untuk menghadapi stalker, orang yang membuntuti Anda terus menerus?
Silakan kontak saya. Eittttsssss, bukan saya yang akan menjadi detektif untuk Anda, tapi saya ada brosur promosi lengkap dari detektif swasta. Saya tak pernah minta brosur ini, merasa tak pernah butuh. Suatu hari sepulang dari kerja, saya temukan brosur ini duduk manis di kotak surat. Seminggu kemudian datang lagi brosur yang sama. Karena isi brosurnya menarik, saya simpan satu. Lainnya sudah saya buang ke tempat sampah.
Sebelumnya saya pernah menerima brosur yang mirip-mirip. Tapi yang kali ini memang istimewa, karena isinya lengkap sekali. Nampaknya mereka melayani permintaan untuk menyelidiki berbagai macam masalah. Orang yang lenyap atau melenyapkan diri, membuntuti gerak-gerik anak, mengumpulkan data tertentu, melacak bukti-bukti untuk digunakan di pengadilan, dan sebagainya.
Seekor tupai sibuk menikmati kentang goreng, hasil curiannya di depan kamar seorang tamu hotel
Musim panas sudah mengintip di balik pintu, meskipun sebelum itu kita harus menyambut musim hujan yang tak terlalu menyenangkan. Menyeret-nyeret payung ke sana kemari, lantai kereta becek di mana-mana, jemuran menumpuk, tak bisa berpiknik di taman, dan seterusnya.
Tak apa-apa. Mari kita bayangkan yang nikmat-nikmat saja, ketika musim panas benar-benar tiba. Kita semua akan menikmati matahari yang terang benderang, jendela bisa dibuka lebar-lebar, festival musim panas di sana-sini, bermain di pantai atau pinggir sungai (karena saya tinggal di kawasan pinggiran sungai), libur musim panas, pulang kampung, makan enak, dan seterusnya.
Musim panas bagi saya juga berarti SERANGGA. Anak-anak kecil di sekitar sering bermain di depan rumah, karena posisi yang aman, tak tersambung dengan lalu lintas padat. Selama liburan musim panas, anak-anak suka bergerilya ke sana kemari, menenteng kotak plastik berisi berbagai macam serangga, mulai dari kupu-kupu, ulat, sampai berbagai macam kumbang. Dengan mengenakan topi lebar, mereka giat mengejar buruannya dengan menggunakan jaring penangkap kupu-kupu (butterfly net).
Love & Believe
Tadi malam saya mendapat kesempatan untuk belajar tentang keteguhan hati. Bukan dari guru sekolah atau guru mengaji, tapi dari enam pemimpin perusahaan dan CEO. Ada yang memimpin ribuan, ratusan, puluhan, dan yang terkecil adalah yang memimpin 5 orang karyawan. Semuanya perempuan!
Bersama sekitar 300 peserta (yang semuanya juga perempuan), selama dua jam lebih kami duduk di salah satu hall meeting di Omotesando Hills, mendengarkan dua pidato dari Ibu Hayashi, Presdir salah satu anak perusahaan Nissan, dan Ibu Yamaguchi (sebetulnya lebih tepat dipanggil Mbak, karena usianya masih sangat muda, hanya 27 tahun), CEO dari sebuah perusahaan pembuat tas khusus yang dirancang dan dipasok dari Bangladesh.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan diskusi panel, menghadirkan empat Presdir perempuan lainnya, satu di bidang konsultan marketing, satu di bidang on-line marketing & E-commerce, satu di bidang fashion, dan satu orang lagi di bidang beverage & hospitality. Moderator diskusi adalah Bapak Takenaka, seorang profesor dari Universitas Keio yang juga mantan anggota Diet/Parlemen Jepang dan menjabat beberapa posisi menteri di bawah pemerintahan Junichiro Koizumi.
Ketika mendapat brosur undangan, saya sebetulnya ogah-ogahan untuk pergi. Tertulis bahwa acara khusus diadakan untuk para CEO, pemimpin perusahaan, entrepreneur, perempuan pengusaha, pemilik bisnis, pemimpin organisasi, dan posisi yang sejenis itu. Selain merasa minder karena saya bukan pemimpin perusahaan dan tak punya usaha bisnis sendiri, saya juga tak yakin bisa mendapat ilmu menarik dari acara itu. Pasti omongan soal bisnis dan duit melulu, begitu batin saya.
Selamat datang di Jamaika!
Musim perburuan budaya & tontonan rakyat telah resmi dibuka. Setelah selama musim dingin lapangan terbuka di Taman Yoyogi sepi dari pameran kebudayaan berbagai negara, tanggal 9 Mei kemarin, panggung terbuka mulai bergemuruh lagi. Kali ini oleh alunan musik reggae, drum-drum khas Afrika, tarian Jamaika oleh anak-anak kecil nan lucu.
Bau masakan dari stand-stand penjual makanan juga membumbung tinggi memenuhi udara. Kios-kios penjual pernak-pernik souvenir, baju daerah, dan kaos bergambar Bob Marley penuh oleh jejalan pengunjung. Banyak dari mereka yang seperti manekin berjalan, memakai baju hijau berumbai-rumbai, tutup kepala berwarna meriah nan tinggi mencolok, berdiri di depan panggung sambil bergoyang pelan mengikuti irama reggae. Di seberang lain, ribuan pengunjung duduk di tikar dan tangga, menikmati makanan Jamaika sambil bersenda gurau dengan keluarga dan kawan.
Setelah pertunjukkan panggung selesai dan memasuki masa istirahat, saya berkelana dari satu kios ke kios lainnya, bertanya ini itu tentang kesenian, fashion, masakan, tata cara dan kebiasaan orang Jamaika.
Gemerlap kota malam hari di negara yang dulu mengundang para keturunan bangsanya untuk datang bekerja di sini (Tokyo, Jepang)
Belakangan ini media sibuk melaporkan berbagai dampak krisis ekonomi global. Salah satunya adalah nasib para pekerja asing, imigran, dan keluarga mereka. Di bawah ini beberapa hal yang saya pelajari dalam dua minggu terakhir dari The Japan Times dan The Wall Street Journal.
Pemerintah Republik Ceko menawarkan uang “gratis” 500 Euro kepada para imigran sah, 250 Euro untuk anak mereka yang berusia di bawah 15 tahun, dan tentu saja tiket pesawat. Syaratnya? Mereka harus secara “sukarela” mau pulang kembali ke negara asalnya. Pemerintah Jepang pun mengambil langkah yang sama. Uang sejumlah 300.000 yen (sekitar $ 3100) diberikan kepada imigran keturunan Jepang (HANYA keturunan Jepang) yang secara sukarela mau pulang ke kampungnya. Sedangkan untuk anggota keluarga lainnya, mereka menawarkan 200.000 yen.
Kembali ke Eropa, Pemerintah negara Spanyol tak kalah pusingnya dengan masalah imigran yang telah banyak kehilangan pekerjaan. Namun, tawaran mereka lebih seksi dan menggoda hati. Rata-rata enam bulan asuransi pengangguran akan diberikan langsung, kira-kira sebesar $18.250. Syarat lainnya? Berjanji bahwa mereka tak akan datang ke Spanyol lagi minimal dalam jangka waktu 3 tahun.