
Merawat buku supaya tak menelantarkan ilmu pengetahuan
Ketika membaca artikel “The Joy of Polishing Silver” oleh Susan Orlean di majalah “Country Living” (US edition) bulan November 2009, saya melihat diri saya dalam tulisan Susan. Bedanya, Susan dengan sendok dan perangkat makannya, saya dengan rak buku saya.
Susan, yang juga seorang penulis di “The New Yorker”, menceritakan bagaimana awalnya dia tak pernah peduli dengan perangkat makannya. Tak biasa menyediakan waktu dan perhatian khusus untuk merawat mereka. Membersihkan seadanya, jika kotor langsung dibuang atau dialihkan fungsinya. Jika semua nampak kotor, cari lagi yang baru.
Lalu neneknya meninggal dunia dan tiba-tiba Susan mewarisi koleksi perangkat makannya, perak, lebih dari 100 buah yang tersimpan dengan rapi, dan terawat sangat bersih. Kakek dan neneknya mendapatkan perangkat itu sebagai hadiah pernikahan di tahun 1920, ketika mereka mengikat janji sehidup semati di Hungaria. Pada tahun 1927 mereka berimigrasi ke Mexico, lalu delapan tahun kemudian pindah ke Amerika, tepatnya ke Ohio.
Perangkat makan itu selalu mereka bawa, kenangan dan warisan dari “dunia” lain yang mereka tinggalkan, dunia Eropa Timur awal 1920an, tenggelam oleh dua Perang Dunia, terseret dalam masa Perang Dingin. Hebatnya, ketika Susan mewarisinya, perangkat itu masih bersinar terang, bersih luar biasa, tertata sangat teratur di tempatnya.
Read the rest of this entry »