»
S
I
D
E
B
A
R
«
Apakah "Murahan" dan "Sok Jual Mahal" Juga Berlaku Untuk Laki-laki?
Mar 20th, 2010 by Elok Halimah

Saya sedang berdiri memandangi deretan majalah gosip artis di bagian majalah impor, toko buku Kinokuniya. Berpikir, sebaiknya beli “People” atau “Us”.

“Maaf, sekarang jam berapa ya?”

Suara laki-laki muda di belakang saya. Setelah menoleh, tahulah saya dia sedang bertanya ke perempuan muda berdiri di sebelahnya. Si perempuan tak langsung menjawab, mengernyitkan dahi. Saya juga langsung mengernyitkan dahi. Di tangan kanan laki-laki itu, bertenggerlah jam tangan berkilau, nampak barang mahal. Di tangan yang lain dia menenteng majalah sepakbola.

Saya perhatikan raut muka si laki-laki, sambil pura-pura membuka-buka gambar artis Hollywood. Mukanya merah padam. Pahamlah saya seketika! Olala, dia sedang “ngecengin” si perempuan muda memakai rok biru muda itu.

“Jam Anda rusak?” jawab si perempuan dengan nada ketus, tak berperasaan. Aduh….muka saya langsung saya tutupi dengan majalah “People”, untuk menahan jeritan simpati (mungkin juga sedikit tawa?).

Read the rest of this entry »

Berhenti Menuduh "Jaman" Sebagai Biang Keladi Kebosanan & Kesepian
Mar 3rd, 2010 by Elok Halimah

Terus terang, saya sudah sering kagok kalau harus memulai percakapan dengan orang tak dikenal dalam perjalanan. Waktu kecil, orang tua selalu mengingatkan untuk ramah dan sopan kepada siapa saja, terutama ketika bepergian. Saya pun sering menyaksikan secara langsung bagaimana bapak dan ibu dengan luwesnya bercakap-cakap dengan orang sekitar.

Saya sering menjadikan “jaman” sebagai kambing hitam. “Jaman sekarang sudah bedalah”. Tengok saja di ruang tunggu stasiun atau bandara. Calon penumpang sibuk memencet keyboard laptop, bicara di telepon, meng-update status di Twitter dan Facebook “I’m @ the………” (sok yakin bahwa orang lain butuh info itu). Di ruang tunggu, jika mata cukup jeli, Anda pasti bisa menemukan meeting-meeting penting sedang diadakan, lewat chatting, skype, atau telpon biasa.

Nah, bagaimana saya harus memulai percakapan dalam situasi seperti itu? Apalagi saya sendiri sering menjadi “pelaku utama” kejadian di atas. Di dalam kendaraan pun teknologi sudah siap menghibur kita. Layar-layar TV untuk setiap penumpang, radio, puluhan channel musik, majalah dan koran dengan pilihan aneka warna.

Read the rest of this entry »

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa