»
S
I
D
E
B
A
R
«
Mantan Jajahan dan Bekas Penjajahnya
Apr 23rd, 2010 by Elok Halimah
Makam Soekarno, proklamator kemerdekaan Indonesia

Makam Soekarno, proklamator kemerdekaan Indonesia

“Saya tidak punya rasa buruk apa-apa terhadap Amerika. Kita semua adalah manusia dengan tujuan sama, memperoleh kehidupan yang baik. Tugas kita semua untuk menjaga perdamaian.”

Dalam sebuah pesta pernikahan orang Jepang, dengan saya dan suami sebagai satu-satunya orang asing di daftar undangan, seorang bapak Jepang berkata dengan halus ke saya. Saya hanya tersenyum mengangguk, menyetujui dua kalimat terakhirnya.

Saya sangat paham maksud si bapak. Suami saya warga negara Amerika. Jepang pernah dibom atom Amerika dan menjadi satu-satunya negara di dunia yang menjadi korban serangan bom atom. Lalu ia diduduki oleh GHQ setelah kalah perang dalam Perang Dunia II (yang kemudian memberi peluang bagi Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya).

Saya tak tahu usia pasti si bapak Jepang itu, saya perkirakan beliau lahir di awal tahun 1950-an, merasakan pahitnya kehidupan dan kemiskinan di negara yang kalah perang dan harus tunduk pada tentara sekutu.

Beliau juga bukan orang pertama yang mengungkapkan pernyataan serupa. Beberapa kali generasi tua tiba-tiba mengatakan ke saya bahwa Jepang dan Amerika sekarang ini adalah sahabat yang harus bersama-sama membangun perdamaian dunia. Terutama setelah tahu kewarganegaraan suami.

Read the rest of this entry »

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa