Berita gembira buat yang pengen selalu tampil lebih muda dari umur yang sebenarnya. Yang sering “syirik” sama orang Jepang, sebab kebanyakan dari mereka selalu kelihatan (jauh) lebih muda dari umur aslinya.
“Tenkyu pujiannya. Tapi wajah muda ini sering bikin masalah kalo ada rapat penting dengan para senior atau petinggi organisasi. Tahu sendiri kan, biasanya kalo penampilan berwibawa dan kelihatan sudah “senior”, otomatis akan dianggap sudah senior, lebih berpengalaman, dan biasanya omongannya lebih didengarkan. Muka muda begini lebih sering dianggap “anak bawang”, bau kencur kemarin sore. Padahal sebenarnya sudah cukup umur dan sudah hampir dua dekade bekerja di bidang ini,” kata seorang rekan Jepang yang bekerja di sebuah organisasi kelas dunia, berpangkat “tukang abdi dunia”.
“Betul-betul! Aku juga begitu. Kadang ngerasa “divonis” sebagai “anak bau kencur” dari penampilan baby face-ku. Padahal pengalaman sudah lumayan. Mau gimana lagi, ini DNA Jepangku kali ya,” sahut seorang rekan lain, yang bekerja di sebuah organisasi dunia lainnya, yang biasanya identik dengan perkumpulan Davos.
“Tahu gak, ada kolegaku yang punya kloset khusus berisi “baju dinas penampilan tua”. Blazer, celana, rok, sepatu, kaca mata, aksesoris…semuanya dipilih dengan ekstra hati-hati, yang bisa membuat dia terkesan lebih tua, lebih senior, dan lebih berwibawa. Karena memang umur dan pengalamannya sebenarnya sudah kelas senior. Supaya gak dianggap “anak bawang” lagi,” sahut rekan yang pertama tadi.
Dulu saya juga sering mendengar cerita yang sama, dari beberapa pengacara Jepang. Umur dan pengalaman sudah senior, tapi muka muda membuat mereka sering “gerah”, diperlakukan dengan sebelah mata, kan masih anak “bau kencur”?
Ah…lega saya mendengarnya! Minimal saya tak perlu susah-susah menyediakan kloset khusus “baju dinas penampilan tua”. Ternyata, rumput tetangga juga ada bintik-bintiknya, tak berwarna hijau melulu!